Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni dan budaya. Tampilkan semua postingan

23.8.11

Seni Menulis Di Lontar



Kata Lontar berasal dari bahasa Jawa , ron dan tal yang berarti  daun tal. Daun ini berasal dari pohon siwalan yang di keringkan dan di pakai sebagai media untuk menulis di masa lalu. Naskah naskah  atau yang kadang di sebut manuskrip  yang terbuat dari daun lontar ini di jadikan sumber informasi sejarah dan di simpan di meseum atau perpustakaan. Salah satunya dua lontar kakawin Ramayana yang tertua di simpan di perpustakaan Nasional R.I.  lontar ini berasal sari Merapi-Merbabu, Jawa Tengah dari abad ke-16 Masehi. Sangat tua bukan?!
Jadi sangat di sayangkan jika teknik menulis di lontar ini harus musnah, hanya karena jaman sudah berubah dengan berkembangnya teknologi. Setidaknya anak cucu kita masih bisa melihat teknik penulisan dari masa lalu yang menjadi sumber sejarah. Dan Sekali lagi kita harus acungi jempol untuk masyarakat  Bali yang sampai sekarang masih memproduksi lontar dan melestarikan teknik penulisan di daun lontar ini. kenapa di beri acungan jempol sekali lagi? Karena selain tetap melestarikan penulisan di lontar mereka juga konsisten menjaga dan melestarikan adat dan budaya mereka sampai sekarang.
Salah satu upaya pelestarian budaya seni menulis di lontar adalah dengan mengadakan perlombaan seni menulis di lontar secara periodik. Salah satu contohnya adalah lomba seni menulis aksara Bali ( di Jawa di kenal dengan ha na ca ra ka ) di  lontar  yang di adakan di PKB ( Pameran Kesenian Bali ) ke-13  di bulan Juni-Juli tahun 2011 di Art Centre Denpasar, Bali.

30.5.11

Ogoh ogoh penyambut hari Nyepi


Tanggal 4 Maret 2011, ku masuk kerja cuma setengah hari. Yang masuk shift siang harusnya mask jam 15.00 dan pulang jam 22.00 menjadi masuk jam 12.00 dan pulang jam 17.00. Kebijakan ini di ambil mengingat jam 18.00 sudah banyak jalan jalan yang di tutup untuk persiapan pengarakan ogoh ogoh. Saat dalam perjalanan ke tempat kerja kusempatkan diri untuk mengambil gambar beberapa Ogoh ogoh yang siap di arak pada malam harinya. Ogoh ogoh merupakan suatu karya seni yang berupa patung dari bahan bahan alami sebagai salah satu ritual dalam menyambut hari raya Nyepi. Dulu Ogoh ogoh ini terbuat dari bambu, kertas, tali, kayu dan lain lain. Namun sekarang sudah banyak yang menggunakan bahan dari gabus putih atau styrofoam karena lebih mudah membuatnya dan hasilnya lebih bagus. Untuk kerangka penyanggapun sekarang juga banyak yang terbuat dari besi yang lebih kokoh daripada dari kayu. Bentuk dari Ogoh ogohpun sudah banyak berkembang. Kalau dulu lebih banyak yang menyerupai buta kala atau makluh raksasa yang menyeramkan, Tapi sekarang ada yang berupa tokoh pewayangan seperti Rahwana, Hanoman dan lain lain.Selain tokoh pewayangan juga ada yang penggambaran para dewa khususnya dewa Siwa. Yang banyak menarik perhatian biasanya adalah tokoh tokoh yang lagi trend, misal Gayus atau Upin Ipin. Sebelum berangkat untuk di arak, Kalau dulu di pikul beramai ramai namun sekarang banyak yang tidak di pikul namun cukup di dorong karena di beri alas gerobak biar tidak terlalu payah.  Ogoh ogoh di beri mantra dulu di banjar setempat. Pada barisan depan biasanya rombongan pemudi banjar yang membawa obor,